Home / Catatan Perjalanan / 37 Tahun Terpisah, Silaturrahmi Keluarga Singapura – Slinga Terjalin Kembali Melalui bralink.id

37 Tahun Terpisah, Silaturrahmi Keluarga Singapura – Slinga Terjalin Kembali Melalui bralink.id

Sungguh, kemajuan teknologi informasi bila dimanfaatkan secara positif akan membawa kebaikan bagi diri kita maupun orang lain. Hari Selasa tanggal 13 Maret kemarin saya membaca komentar dari salah seorang pembaca bralink.id pada tulisan saya berjudul http://www.bralink.id/9-perangkat-desa-slinga-dikukuhkan/ yang saya publikasi pada tanggal 13 Juli 2017.

Pembaca yang mengaku bernama Rohaidi Adnan dari Singapura menuliskan bahwa kedua orangtuanya berasal dari Jawa Tengah “Ibu berasal dari Desa Slatri dan bapa berasal dari Desa Slinga. Kedua dua telah kembali keRahmatullah. Kali terakhir saya ke Desa Slinga ialah pada tahun 1981, kurang lebih 37 tahun yang lalu.
Bapa saya ada saudara adik beradik di Slinga, dan kemungkinan mereka pun sudah meninggal dunia”, demikian penggalan kalimat yang ditulis oleh Rohaidi.

Rohaidi sangat berharap bisa bertemu kembali dengan saudara-saudaranya yang ada di Slinga. Dituliskan pula nama-nama ketiga adik Bapak Rohadi (paman) yang berada di Desa Slinga Kecamatan Kaligondang Purbalingga.

Saya sangat sangat berharap kepada sesiapa yang dari Desa Slinga yang mengenali mereka atau warisnya (keturunannya) menghubungi saya agar dapat niat saya dapat ketemu”, demikian lanjutan kalimat yang ditulis Bapak Rohaidi dengan meninggalkan nomor WA.

Berniat untuk membantu, saya langsung berkomunikasi melalui WA dengan salah satu teman yang orang tuanya bekerja sebagai perangkat Desa Slinga. Dan saya mendapat jawaban yang menurut saya menjadi titik terang,

“Bapak saya tahu nama2 yg dicari sama orang Singapura tsb bu… Nama2 yg disebut udah meninggal semua bu, tinggal anak2nya…Untuk lebih jelasnya mending bu Ibar hubungi Pak *** saja bu, karena beliau masih termasuk saudara dg orang yg di Singapura tadi bu… “, demikian jawaban dari teman saya.

Hari Rabu (14/3 07:20) saya mencoba berkomunikasi dengan Bapak Rohaidi melalui nomor WA yang ditulis pada komentar “Assalamualaikum….
Perkenalan saya “ibar” Admin bralink.id. Saya baca komentar Bapak pada tulisan saya. Saya sudah komunikasikan ke perangkat desa Slinga. Nama2 yg bapak cari sudah meninggal dunia. Tapi saudaranya masih ada. Terimakasih”.

[14/3 21:49] pak Rohaidi menjawab “وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللّهِ وَبَرَكَاتُه
Saudara Ibar, jutaan terima kasih atas keikhlasan mengusahakan niat dan cita cita kami sekeluarga.
Kami telah dimaklumkan bahawa kedua paman dan bibik kami sudah meninggal dunia. Apa yang kami harapkan ialah sekiranya ada anak anak dari almarhum dapat kita hubungi”

Lalu saya jawab, ” Informasinya salah satu saudara (adik ipar dari Bapak Subehi) bernama *** Kebetulan Beliau sering ada kegiatan bareng dengan saya di Kecamatan. InsyaAllah saya carikan informasi…
Mudah2an bisa bertemu dan bersilaturahmi dengan keluarga di Slinga”.

Kemudian pak Rohaidi mengirimkan 6 buah foto keluarga yang sudah usang yang diambil tahun 1981 saat dirinya berkunjung bersama ayahnya di Desa Slinga.

Berbekal informasi singkat dan foto-foto yang dikirimkan oleh pak Rohaidi kepada saya, saya mencoba berkomunikasi dengan salah seorang yang menurut informasi dari teman saya masih ada hubungan Saudara

Berikut ini potongan kalimat yang saya sampaikan, [14/3 21:59)

“Saat ini Bapak Rohaidi Adnan yang berdomisili di Singapura sedang mencari saudara2 dari pak ***, berikut ini foto2 yang dikirimkan pak Rohaidi”, tetapi hingga pagi hari berikutnya WA saya tidak mendapat tanggapan.

Justru saya mendapat WA dari pak Rohaidi

[15/3 10:16]

السلام عليكم ورحمة الله

Selamat Pagi saudara Ibar (Baryati),
Pagi ini pagi yang sangat ceria buat kami diSingapore, adik *** (putra arwah ***) telah menghubungi kami.
Syukur, semoga terjalin lebih erat tali sirratulrahim kita. Amiin.
Sekali lagi kami ucapkan berbanyak banyak terima kasih kepada saudara Ibar kerana menolong kami menemukan saudara yang lama berpisah dan tidak pernah bertemu”.

Sungguh ini merupakan kabar yang membahagiakan buat saya, di Kamis pagi yang diawali “super bad mood”.

Rupanya saudara pak Rohaidi tidak membalas WA saya karena baru membaca di saat pagi hari dan langsung menghubungi saudara yang lain, lalu berkomunikasi langsung ke Singapura.

Alhamdulillah berawal dari membaca tulisan di bralink.id saudara yang sudah terputus hubungan silaturrahmi selama 37 tahun lamanya dapat tersambung kembali. Dan informasi dua keluarga yang terpisah ini akan segera bertemu, dari Singapura dalam waktu dekat akan datang ke Desa Slinga.

Merupakan kebahagiaan tersendiri dapat menyambungkan tali silaturrahmi yang terputus. (bersambung)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri.
Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca.
Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Jejak Satu Langkah Kaki Hingga 15 Bulan Terlewati

Awalnya seperti dipaksa Seperti dijodohkan dengan seseorang yang sama sekali tidak dikenai sebelumnya.. Tidak tau …

4 comments

  1. Alhamdulillah, semoga beliau yang di Singapura dapat cepat kembali ke Slinga dan bertemu dg sanak saudaranya…
    Sangat luar biasa dan menginspirasi bu Ibar…

  2. Arief Rahmat Hidayat

    Subhanallah…Alhamdulillah…
    Website ini ikut berperan dalam mempersatukan dua keluarga yang jauh dan telah lama terpisah…

  3. Terima kasih kepada Braling.id (Ibu Ibar) dan semua pihak, yg telah membantu mempertemukan kami dengan saudara kami setelah bertahun tahun kami dengan berbagai cara mencari kabar saudara kami. Semoga Allah mencatatnya sebagai amal baik, dan membalasnya dengan anugrah yang tak terhingga. Amin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *