Home / Wisata / Seni, Budaya & Tradisi / “Ebeg” Kesenian Rakyat Purbalingga

“Ebeg” Kesenian Rakyat Purbalingga

Ebeg merupakan salah satu seni tradisional yang masih diminati masyarakat di Kabupaten Purbalingga, hingga dianggap sebagai  kesenian rakyat.

Di daerah lain, Ebeg lazim disebut dengan kuda lumping atau kuda kepang. Berupa tari tarian tradisional menggunakan alat berupa anyaman bambu yang dibentuk menyerupai kuda dengan iringan gamelan dan nyanyian berbahasa Banyumasan.

Umumnya pemain Ebeg adalah laki-laki, namun saat ini tak jarang kita jumpai  ebeg dimainkan oleh perempuan ataupun remaja putri.

ebeg penutupan TMMD

Keterangan Foto : Salah satu pemain Ebeg perempuan dari grup Wahyu Mego Saputro tampil pada Acara Penutupan TMMD Sengkuyung II di Desa Pagerandong Kecamatan Kaligondang, Purbalingga

Seperti halnya Grup Kesenian Ebeg “Wahyu Mego Saputro” asal Desa Selakambang yang tampil pada acara penutupan Tentara Nasional Indonesia Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung II di Desa Pagerandong Kecamatan Kaligondang Purbalingga.

ebeg penutupan TMMD 1

Keterangan Foto : Penampilan Grup Wahyu Mego Saputro tampil pada Acara Penutupan TMMD Sengkuyung II di Desa Pagerandong Kecamatan Kaligondang, Purbalingga

Grup ini terdiri dari 8 orang pemain ebeg (penari) yang salah satunya adalah perempuan. 15 orang penabuh gamelan dan penyanyi atau sinden.

ebeg penutupan TMMD 2

Lagu-lagu yang dinyanyikan untuk mengiringi Ebeg diantaranya berjudul Ricik Ricik Banyumasan, Eling-Eling, Thole-Thole dan Ana Maning Modele Wong Purbalingga.

Ebeg biasanya dimainkan dari pagi hingga petang hari dengan tarif beragam antara 6juta hingga 8juta rupiah. (*ibar)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Kentongan Alat Komunikasi Tradisional yang Masih Eksis di Pagerandong

Kentongan merupakan salah satu alat komunikasi tradisional yang pernah in pada zamannya. Dahulu kentongan tidak …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *