Home / Catatan Perjalanan / Jejak Satu Langkah Kaki Hingga 15 Bulan Terlewati

Jejak Satu Langkah Kaki Hingga 15 Bulan Terlewati

Awalnya seperti dipaksa

Seperti dijodohkan dengan seseorang yang sama sekali tidak dikenai sebelumnya.. Tidak tau namanya, tidak kenal sifatnya, bagaimana kesehariannya, apa kesukaannya, apa yang bisa memancing kemarahannya..

Untuk datang dan bertemupun langkah kaki ini terasa berat seperti kaku saat digerakan, seperti ada yang menahan.

Menuju perjalanan waktu terasa begitu lama, ditengah perjalanan pikiran menerawang seolah olah pikiran kosong, hingga tanpa disadari air mata turun menetes sendiri.

Satu minggu berlalu..

Mulai terbiasa bertemu, meski kadang masih ragu-ragu dan malu-malu dan harus selalu belajar untuk lebih mengenalmu.

Hingga akhirnya mulai tau, bagaimana harus menghadapimu meski kadang masih ada ragu. Dan masih menyimpan tanya dalam kalbu mengapa harus denganmu, apa salahku.

Waktu terus berlalu, satu bulan, dua bulan, tiga bulan.

Bersamamu mulai terbiasa. Ada banyak kebahagiaan yang tidak didapatkan di tempat lain. Denganmu membuka jalan untuk bertemu dengan teman baru, saudara baru, pengalaman baru, cerita baru, dan kebahagiaan baru.

Hingga akhirnya ikhlas dan menerima ini yang terbaik untukku. Benar kata orang “Tuhan memberi yang kita butuhkan bukan apa yang kita inginkan”.

Satu tahun berlalu..

Sepenuhnya menyadari dan menerima “sungguh beruntung berada disini”. Bersamamu hanya bahagia yang ada. Dan berharap ada jejak tertinggal di setiap langkah kaki ini. Ada manfaat setiap bersamamu. Hingga bila waktuku tiba berpisah denganmu hanya kenangan baik yang akan kau kenang.

Dan benar saja, 15 bulan berlalu

Telah habis waktuku bersamamu. Rasanya masih ingin meninggalkan jejak bersamamu. Masih banyak yang harus aku tulis tentang keindahan, kebaikan, dan segalanya yang tak tergantikan. Hanya ada disini bersamamu. Aku benar-benar suka. Untuk bisa jatuh cita tidak harus mengenal sebelumnya.

Sungguh beruntung diberi kesempatan mengenalmu. Meski belum sempat meninggalkan jejak yang patut dikenang. Kini waktuku untuk pulang. Terimakasih untuk semua kenangan yang tak ternilai. Maafkan bila ada luka dan duka hati yang sulit terobati..

About Bude Ibar

Check Also

7 Alasan Memilih Berteduh di Pom Bensin

Mengapa memilih berteduh di pom bensin? Memilih berteduh saat hujan di pom bensin menandakan sifat …

4 comments

  1. Sing penting Yakin yung..
    Gusti Alloh ora bakal salah..
    Ibarat film kita hanya aktor yg harus berakting sesuai skenario sutradara…

    • Setuju pak Kades…. Dan kita perlu bekal juga belajar untuk bisa menjadi aktor yang mampu berakting sesuai skenario…

  2. arif juan pablo

    Aku akan selalu mengenag 15 bulan itu bu, sampai ketemu lagi di peristiwa berukutnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *