Home / Produk Unggulan Desa / Kripik Pisang dan Kripik tales “Cipta Rasa”  Kaligondang Dijamin Gurih dan Renyah

Kripik Pisang dan Kripik tales “Cipta Rasa”  Kaligondang Dijamin Gurih dan Renyah

Kripik Pisang dan Kripik Tales “Cipta Rasa” Kaligondang Dijamin Gurih dan Renyah, demikian tulisan yang tertera pada kemasan plastik Kripik yang diproduksi oleh salah satu warga Desa Kaligondang.

Namanya Ibu Basiroh, Beralamat di Dusun 1, Rt. 03,Rw. 02 Desa Kaligondang Kecamatan Kaligondang Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah.

sriping tales kaligondang

Keterangan foto : Ibu Basiroh memproduksi sriping tales dan sriping pisang sejak tahun 1992

Dirinya memulai usaha pembuatan sriping / kripik tales sejak tahun 1992. Berawal dari coba-coba karena tetangga ada yang menjual tales, Basiroh mencoba mengolah tales menjadi sriping. Lalu timbul niat untuk membuat sriping secara rutin untuk dijual dan dititipkan ke warung-warung tetangga.

sriping tales kaligondang 3

Keterangan foto : Kripik pisang dan kripik tales produksi Ibu Basiroh

Selain sriping tales, Basiroh juga membuat sriping pisang dan sriping singkong yang diberinya nama “Cita Rasa”.

Dalam satu hari Basiroh mampu memproduksi 15 kg tales mentah menjadi 6 kg Kripik Tales, yang dijual dengan harga per kilogram 20ribu rupiah.  

Sedangkan untuk Kripik pisang dijual dengan harga perkilogramnya 18ribu rupiah. Selain itu juga tersedia kripik dalam kemasan plastik yang dijual perbungkus dengan harga 3ribu rupiah. 

Juga ada pilihan kripik pisang manis yang sudah diberi gula pasir dijual dengan harga 25ribu rupiah per kilogramnya.

Basiroh mengaku untuk saat ini berjualan kripik pisang sudah banyak saingan, meski demikian Basiroh sudah memiliki langganan yang rutin membeli dagangannya dan menjualnya kembali baik di Pasar Kaligondang maupun di Pasar Mandiri Purbalingga.

Sambil menggoreng sriping pisang di dapur yang terbilang sederhana, Basiroh menuturkan “yang enak untuk dijadikan kripik, pisang ambon tapi kalau kesulitan mencari pisang ambon terpaksa menggunakan pisang belitung”, ujar Basiroh.

sriping tales kaligondang 2

Keterangan foto : Ibu Basiroh tengah menggoreng kripik pisang di dapurnya yang sederhana.

Setiap harinya Basiroh dibantu oleh suaminya, memulai aktifitas membuat sriping di pagi hari dan mulai menggoreng jam 12 siang sampai dengan jam 4 sore

Kadang-kadang Basiroh juga membuat sriping singkong dari hasil kebunnya sendiri. Namun karena singkong yang ditanam merupakan jenis singkong Darma, yang menurutnya tidak bagus untuk dijadikan sriping,   maka dirinya mensiasati dengan cara menggoreng singkong yang baru saja dipanen untuk mengurangi resiko pecah dan membuat sriping lebih renyah dan gurih.  (*Ibar)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri.
Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca.
Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Bupati Tasdi Resmikan BUMDES Kalikajar

Kalikajar -Purbalingga. Bupati Purbalingga, H. Tasdi,SH,MM Sabtu pagi (3/3) meresmikan Gedung Badan Usaha Milik Desa …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *