Home / Wisata Purbalingga / Belajar Budaya Leluhur di Museum Wayang Purbalingga

Belajar Budaya Leluhur di Museum Wayang Purbalingga

Museum Wayang Purbalingga merupakan salah satu wahana yang berada di komplek wisata Sanggaluri Park yang beralamat di Jalan Raya Bumi Perkemahan Munjuluhur Kutasari, Purbalingga Jawa Tengah. Dari pusat kota Purbalingga kurang lebih 7km atau 10 menit dari Owabong.

Di dalam museum wayang kita bisa melihat dan mempelajari aneka jenis wayang yang merupakan salah satu kekayaan dan warisan leluhur budaya Indonesia.

Museum Wayang Purbalingga diresmikan oleh salah satu Bupati Purbalingga yaitu Drs. H. Triyono Budi Sasongko, M. Si. pada hari Minggu tanggal 27 Desember 2009.

Berbagai jenis koleksi wayang tersimpan dan di display dengan apik dilengkapi dengan keterangan / penjelasannya diantaranya Wayang Suket, Wayang Pancasila, Wayang Sadat, Wayang Golek Menak, Wayang Kulit Kuno, Wayang Kulit Purwa, Wayang Golek Purwa, Wayang Golek Tegal, Wayang Krucil juga terdapat koleksi topeng kayu.

Wayang Suket

Wayang suket merupakan wayang asli buatan Warga Purbalingga yang Bernama Pak Gepuk asal Desa Bantarbarang Kecamatan Rembang, Purbalingga.

Wayang Suket terbuat dari suket (bahasa Jawa, yang memiliki arti Rumput). Rumput yang digunakan untuk membuat wayang yaitu rumput kasuran, rumput yang hanya tumbuh di bulan Sura. Wayang Suket biasa digunakan untuk berceritera tentang kehidupan kepada anak-anak.

Wayang Pancasila

Wayang Pancasila diciptakan oleh Hadisoeseno seorang Pegawai Dinas Penerangan pada masa sesudah kemerdekaan. Wayang ini digunakan untuk sosialisasi Pancasila sebagai Dasar Negara Republik Indonesia kepada rakyat Indonesia.

Wayang ini menceriterakan tentang penjabaran makna dan hakekat sila-sila dalam Pancasila untuk menuntun dan menata kehidupan masyarakat untuk dihayati dan diamalkan.

Wayang Sadat.

Wayang Sadat terdiri dari 20 cerita dan 40 wayang (dari 100 yang direncanakan) dan merupakan wahana baru dalam penyebaran Agama Islam. Dalam pementasan wayang Sadat dibuka dengan bedug dan ucapan sallam dan diikuti dengan tabuhan alat musik timur tengah, rebab dan gamelan Jawa.

Pemain Wayang Sadat yang terdiri dari dalang dan pemain musik semuanya laki-laki dengan memakai sorban dan baju putih sedangkan sinden mengenakan pakaian Jawa dengan cadar menutupi wajah.

Wayang Golek Menak

Ceritera Wayang Golek Menak disadur dari kepustakaan Persia dengan judul Qissai Emir Hamza. Kitab ini lebih dulu dikenal dalam kesusastraan Melayu dengan judul Hikayat Amir Hamzah.

Serat Menak gubahan pujanggabesar Surakarta yaitu Yasadipura 1 (1729- 1802), sebenarnya bukan hanya penerjemahan dari Bahasa Arab Parsi ke Bahasa Jawa tetapi juga mengubah filsafat ceritera sehingga mudah dicerna oleh masyarakat Jawa.

Wayang Golek Purwa

Merupakan karya seni yang dibuat sekitar tahun 1900. Wayang ini mengambil ide ceritera dari Ramayana dan Mahabarata. Daerah penyebaran wayang ini meliputi hampir seluruh Jawa Barat dan sebagian Jawa Tengah bagian Barat.

Wayang Purwa dipergelarkan tanpa memakai layar / kelir dan penerangan (blencong). Wayang dimainkan oleh dalang dengan menggunakan bahasa Sunda sehingga wayang Golek ini terkenal dengan sebutan Wayang Golek Sunda.

Wayang Krucil.

Wayang Krucil disebut juga Wayang Klithik adalah boneka yang terbuat kayu diukir dan diberi warna dengan lengan terbuat dari kulit.

Peralatan pementasan Wayang Krucil adalah kotak, cempala (alat untuk memukul kotak dan gamelan bernada slendro yang terbatas tanpa kelir atau layar.

Wayang tidak ditancapkan pada gedebog (batang) pisang tetapi ditancapkan pada kayu atau bambu yang diberi lubang.

(*sumber informasi : keterangan / penjelasan yang terdapat di Museum Wayang Purbalingga)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Bakal Wisata Darimu Desa Bokol Semakin Memukau

Keberadaan Bakal Wisata Darimu yang berlokasi di Desa Bokol Kecamatan Kemangkon Kabupaten Purbalingga Jawa Tengah …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *