Home / Produk Unggulan Desa / “Payung Teduh” Kalibagor Tembus Pasar Luar Jawa

“Payung Teduh” Kalibagor Tembus Pasar Luar Jawa

Kalibagor-Banyumas.  “Payung  Teduh” bukan nama salah satu grup Band yang belakangan ini ngehits dengqn lagu Akad yang sempat menjadi trending di youtube dengan jutaan viewer.
Payung biasa digunakan untuk melindungi diri dari panas dan teriknya matahari maupun derasnya air hujan.


Berbeda dengan lazimnya  payung yang sering  kita jumpai, “Payung Teduh” produksi perajin asal Desa Kalibagor Kecamatan Kalibagor Kabupaten Banyumas ini tidak hanya digunakan sebagai pelindung diri dari panas matahari tetapi juga kerap digunakan sebagai aksesoris, sebagai media untuk melukis, souvenir, sebagai alat untuk menari serta digunakan  saat upacara pernikahan maupun upacara kematian.

Payung Teduh Kalibagor berbahan dasar kertas  bekas kantong semen dengan rangka Payung terbuat dari kayu dan bambu. Bahkan saat ini tengah dikembangkan payung dengan bahan kain batik maupun rajut.

Disampaikan oleh Kasi Pemerintahan Desa Kalibagor, Sumanto saat perjalanan bersama admin bralink.id untuk menghadiri undangan workshop Kemitraan Organisasi Masyarakat untuk Pembangunan Desa Dirjen Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, “Di Kalibagor sejaknturun temurun masyarakatnya kebanyakan bekerja membuat Payung dari kertas. Awalnya Payung dipesan orang untuk digunakan saat upacara pemakaman, namun sekarang payung kertas juga digunakan untuk keperluan lain”, kata Sumanto.


Ukuran  payung yang diproduksipun kini bervariasi. Mulai dari payung  berdiameter 28 centimeter yang biasa digunakan untuk asesoris maupun souvenir,   diameter  60 centimeter hingga yang paling besar berdiameter 85centimeter.

Sumanto menambahkan, “untuk saat ini pangsa pasar Payung Kalibagor sudah menembus hingga ke luar Jawa seperti Bengkulu dan Medan.  Sedangkan  kebanyakan kami menerima pesanan dari Bandung, Semarang, Malang serta wilayah Banyumas”. 
Payung kertas Kalibagor juga pernah digunakan sebagai media kampanye anti Hoax oleh Kementerian Komknfo RI serta  sudah tiga kali mengikuti festival Payung Indonesia dengan bergabung bersama  komunitas Payung Indonesia dan Mancanegara.

Untuk informasi dan pemesanan bisa menghubungi nomor WA 081391219141. (*ibar).

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri.
Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca.
Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Bupati Tasdi Resmikan BUMDES Kalikajar

Kalikajar -Purbalingga. Bupati Purbalingga, H. Tasdi,SH,MM Sabtu pagi (3/3) meresmikan Gedung Badan Usaha Milik Desa …

2 comments

  1. payung tidak mengandung pengertian sebagi sarana perlindungan dari panas/hujan. akan tetapi juga sebagai simbol pengajaran pada diri manusia agar selalu siap sedia dalam melakukan tindakan. pepatah mengatakan ” Sedia payung sebelum Hujan”.

    mantap..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *