Home / Kaligondang / Tak Bisa Jalan, Radi Tak Lantas Berpangku Tangan

Tak Bisa Jalan, Radi Tak Lantas Berpangku Tangan

Selakambang – Kaligondang. Nama lengkapnya Radi Rihyanto kini berusia 46 tahun biasa dipanggil Radi, ayah 4 orang putra ini mengalami cacat dibagian kaki hingga tidak bisa berjalan sejak tahun 2001 lalu.

Disebabkan karena jatuh dari pohon kelapa saat sedang nderes (mengambil nira kelapa) 17 tahun yang lalu, Radi yang beralamat di Desa Selakambang Rt. 5 Rw. 3, Kaligondang, Purbalingga, ketika itu tidak bisa apa-apa, hanya tiduran saja sampai 3 tahun.

Setelah 3 tahun mengalami kecelakaan, kondisi Radi mulai berangsur -angsur membaik hingga bisa duduk dan beraktifitas meski kedua kakinya tidak bisa berfungsi seperti semula.

Untuk membantu aktifitas kesehariannya Radi menggunakan alat bantu kursi roda yang telah dimodifikasi sendiri.

“Alhamdulillah saya diberi bantuan kursi roda dari Dinas Sosial Purbalingga. Termasuk rumah ini juga dibantu dari pemerintah”, kata Radi.

Karena keseharian Radi mengasuh anak dan cucunya, Radi berinisiatif memodifikasi kursi roda dengan mengganti tempat duduk dengan kayu yang lebih luas yang bisa diduduki bertiga dengan anak dan cucunya.

Untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari Radi dan istrinya Mardiyah (38 tahun) bekerja membuat bulu mata palsu dirumahnya. Selain itu Radi juga terampil membantu mengurus rumah tangga. Seperti saat ditemui bralink.id Kamis siang (8/3) saat cuaca mendung dan hujan mulai turun, Radi dengan sigap mengangkat jemuran pakaian yang tengah dijemur di samping rumahnya.

Radi mengaku sudah 4 tahun terakhir ini bekerja membuat bulu mata palsu. Sebelumnya Radi bekerja dirumah membuat anyaman bambu, namun karena anyaman bambu saat ini sudah tidak laku, Radi berhenti membuat anyaman bambu dan mulai menekuni membuat bulu mata palsu.

Dalam satu hari Radi bisa membuat bulu mata sebanyak 25 buah yang dijual dengan harga 775rupiah.

Meski dengan keterbatasan yang dimiliki, namun kesedihan dan keputusasaan sama sekali tak nampak di raut wajah dan tubuhnya yang kurus. (*ibar)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Perencanaan Desa Partisipatif: wujud Kedaulatan rakyat

SLINGA- suatu kebahagiaan tersendiri ketika bisa ikut hadir bersama warga desa yg terdiri dari berbagai …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *