Home / Wisata Purbalingga / Taman PROKLIM Desa Sumampir Purbalingga

Taman PROKLIM Desa Sumampir Purbalingga

Taman PROKLIM, terletak di Desa Sumampir Kecamatan Rembang Kabupaten Purbalingga. Dari alun-alun Kabupaten Purbalingga ke arah timur, melalui jembatan sungai klawing, jalan raya kaligondang kurang lebih 28 km atau bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat apabila lalu lintas normal dalam waktu 49 menit.

Taman PROKLIM Desa Sumampir menempati lahan tanah kas desa dan dibuat salah satunya guna mendukung Program Kampung Iklim Kabupaten Purbalingga yang dicanangkan oleh Bupati Purbalingga, H.Tasdi,SH, MM pada hari Selasa tanggal 19 September 2017.

Berkonsep taman ramah lingkungan yang di dalamnya ditanami berbagai macam tanaman sayur dan bunga aneka warna dengan hiasan dan ornamen pendukung yang tebuat dari limbah plastik mulai dari ornamen berbentuk Love yang terbuat dari tutup botol aneka warna dengan tema Cinta Tutup Botol.

taman proklim sumampir 2

Ornamen emoticon yang terbuat dari tutup kaleng biskuit, serta ornamen lainnya yang merupakan hasil kreativitas pemuda Desa Sumampir.

taman Proklim sumampir

Selain itu juga terdapat papan bertuliskan himbauan untuk tidak membuang sampah sembarangan yang ditulis dalam bahasa Banyumasan “Runtahe Aja Mambrah Mambrah, Hebat Itu Tidak Jorok”.

PROKLIM sendiri merupakan program Nasional yang dikembangkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca (GRK).

Pelaksanaan Proklim mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 19/2012 tentang Program Kampung Iklim.

ProKlim dapat dikembangkan dan dilaksanakan pada wilayah minimal setingkat Dusun/Dukuh/RW dan maksimal setingkat Desa atau Kelurahan.

Upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim di lokasi ProKlim dapat berupa:

  1. Pengendalian kekeringan, banjir, dan longsor;
  2. Peningkatan ketahanan pangan;
  3. Pengendalian penyakit terkait iklim;
  4. Penanganan atau antisipasi kenaikan muka laut, rob, intrusi air laut, abrasi, ablasi atau erosi akibat angin, gelombang tinggi.
  5. Pengelolaan sampah,limbah padat dan cair;
  6. Pengolahan dan pemanfaatan air limbah;
  7. Penggunaan energi baru terbarukan, konservasi dan penghematan energi;
  8. Budidaya pertanian;
  9. Peningkatan tutupan vegetasi; dan
  10. Pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan.

 

 

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri.
Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca.
Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Hari Kedua Lebaran Es Duren Kombinasi Purbalingga Diserbu Pemudik

Hari kedua lebaran Idul Fitri 1439 H, warung Es Duren Kombinasi Pak Kasdi yang berlokasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *