Home / Catatan Perjalanan / Ternyata Bisa Juga Lewati Ramadhan Tanpa Bukber Tanpa Ngabuburit

Ternyata Bisa Juga Lewati Ramadhan Tanpa Bukber Tanpa Ngabuburit

Hari ini Sabtu (23 /5) merupakan hari ke 30 atau hari terakhir puasa di Bulan Ramadhan 1441 H.

Awal Ramadhan tahun 2020 yang bertepatan dengan tanggal 24 Mei 2020 kali ini memang istimewa. Istimewa karena situasinya betul – betul berbeda dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini kita menjalankan ibadah di bulan Ramadhan saat dunia sedang ditimpa musibah dengan adanya pandemi virus corona.

Virus Corona yang berawal dan menyebar dari Kota Wuhan di Cina pada akhir tahun (bulan Desember) 2019 ini pun menjadi pandemi di Indonesia dengan temuan awal penderita Corona Virus pada awal bulan Maret 2020.

Sejak saat itu Pemerintah Indonesia memberlakukan kebijakan yang merubah kebiasaan kita diantaranya seperti pemberlakuan belajar di rumah bagi siswa sekolah, pemberlakuan bekerja di rumah bagi Aparatur Sipil Negara maupun karyawan swasta.

Pemerintahpun memganjurkan Pola hidup bersih dan sehat kepada seluruh masyarakat seperti sering -sering cuci tangan dengan sabun pada air yang mengalir, penggunaan handsanitizer, penggunaan masker saat keluar rumah. Juga himbauan untuk mebatasi kegiatan-kegiatan sosial, masyarakat tidak boleh berkerumun dan harus menjaga jarak aman minimal 1 meter dengan orang lain.

Ibadah Ramadhan 1441 H

Menjelang pelaksanaan Ibadah Ramadhan 1441 H yang jatuh pada tanggal 24 April 2020 Kementerian Agama RI mengeluarkan Surat Edaran Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penduan Ibadah Ramadan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di Tengah Pandemi Wabah Covid-19. Panduan yang memenuhi aspsek ibadah dan sekaligus aspek kesehatan tersebut dimaksudkan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19.

Dalam Surat Edaran tersebut diantaranya menyebutkan panduan pelaksanan Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti tidak perlu sahur on the road atau ifthar jama’i (buka puasa bersama), Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan. Paduan inilah yang menjadi pedoman bagi kami selama sebulan penuh menjalankan ibadah puasa tanpa ngabuburit di luar rumah dan buka bersama yang biasanya kerap kami jalani entah bersama sahabat, komunitas maupun keluarga besar. Dan ternyata kami bisa melaluinya, justru membuat ibadah di bulan Ramadhan lebih khusyuk.

Tahun-tahun lalu ketika belum ada pandemi wabah Covid-19 jam 4 sore kami sudah bersiap menuju rumah makan untuk buka bersama telat sebentar saja rumah makan sudah fuul book dan kami harus mencari rumah makan.
Di rumah makan terkadang ketika suara adzan maghrib sudah terdengar sementara belum satupun makanan dan minuman yang kita pesan belum tersaji rasanya ingin marah pada pelayan rumah makan. Buka bersama di luar terkadang membuat sholat maghrib dan sholat isya kita tidak tepat waktu.

Jadi ternyata sebulan penuh puasa Ramadhan bisa juga tanpa ngabuburit, tanpa bukber diluar dan semoga ibadah kita diterima Allah SWT.

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Ini Modal Utama Seorang Penulis

Tulisan ini terutama saya dedikasikan untuk teman-teman admin website Desa, Sering kali kita tidak membuat …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *