Home / Teknologi Informasi / Belajar Smartcity Dari Kabupaten Boyolali

Belajar Smartcity Dari Kabupaten Boyolali

Kabupaten Boyolali merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang terdiri dari 19 Kecamatan dan 267 Desa/Kelurahan. Memiliki luas wilayah : 1.015,10 km2, dengan jumlah  penduduk : 963.690. Gedung perkantoran OPD Boyolali berada dalam satu komplek sehingga sedikit banyak memudahkan dalam berkomunikasi dan koordinasi.

Smartcity Boyolali merupakan penjabaran visi dan misi Pembangunan Daerah Boyolali yang tertuang dalam RPJMD Kabupaten Boyolali 2016-2021. Visi Boyolali “Boyolali yang maju dan Lebih Sejahtera” dan Misi Boyolali “Boyolali berdaya saing, maju dan berteknologi” ini memberi semangat untuk membangun Boyolali yang maju dan unggul ( memiliki keunggulan yang kompetitif dan komparatif dibanding daerah lain) serta mengikuti perkembangan dan memanfaatkan teknologi secara optimal untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

Smart City Boyolali dimulai pada akhir tahun 2016 yang ditandai dengan penyusunan dokumen “Arah Kebijakan Smart City Boyolali 2017-2021”. Pada awalnya pemahaman smart city lebih kearah kepemilikan dan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi serta lebih fokus pada smart goverment dengan beberapa kegiatan yaitu eMail Boyolali dan VOIP Boyolali sebagai quick winsnya.

Tahun 2017 dan 2018 merupakan tahun pertama membangun infrastruktur smart city dengan anggaran besar dan masih fokus pada smart goverment. Tahap ini merupakan tahap awal membangun ekosystem smart city Boyolali yang meliputi infrastruktur dan jaringan, akses internet, pengelolaan sistem informasi / aplikasi, pengelolaan sumber daya manusia dan dan tata kekola penyelenggara pemerintah berbasis elektronik.

Pembangunan Infrastruktur smart city Boyolali pada tahun 2017 terdiri dari pembangunan gedung smart city yang tahan terhadap guncangan gempa berskala 6 dengan anggaran 4,6miliar. Gedung smart city ini dibangun dengan terlebih dahulu beberapa kali melakukan kunjungan studi banding ke Huawei Cina.

Selanjutnya dilakukan pembuatan ruang data center di dalam gedung smart city sebagai fasilitas untuk menempatkan kumpulan server yang dikondisikan dengan pengaturan catudaya, udara dan dilengkapi dengan pengaman listrik.

Komponen utama yang ada di data center Boyolali terdiri dari server, power capacity, pendingin, pengkabelan, alat pemadam kebakaran, rack space dan raised floor dibiayai dengan anggaran 1,8miliar.

Selain data center, ruangan lain yang ada di dalam gedung smart city Boyolali yaitu power room, generator room, Network Operation Center (NOC), Meetme Room (MMR) yang digunakan untuk memastikan sistem keamanan pada pusat data, mengontrol beberapa fasilitas seperti backup baterai maupun generator.

Tahun 2018 melalui Program Pengembangan Komunikasi, Informasi dan Media Massa, kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi senilai Rp. 6.308.000.000,- (Enam milyar tiga ratus delapan juta rupiah) untuk optimalisasi peralatan data center, instalasi jaringan Wi-Fi, instalasi jaringan cctv dan lainnya.

Melalui program yang sama pada tahun 2018 juga dilakukan kegiatan Pembinaan dan pengembangan sumber daya komunikasi dan informai dengan anggaran sebesar Rp. 896.844.500 (Delapan ratus sembilan puluh enam juta delapan ratus empat puluh empat ribu lima ratus rupiah) yang digunakan untuk Pengadaan peralatan multimedia, pengadaan peralatan VOIP, bintek tenaga IT, pengadaan laptop dan printer serta Pembuatan Roadmap e-government.

 

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Cara Membuat Materi Pada Google Classroom

Untuk memasukan materi dan tugas pada Kelas Google Classroom yang telah kita buat sebelumnya (baca …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *