Home / Catatan Perjalanan / Ini Modal Utama Seorang Penulis

Ini Modal Utama Seorang Penulis

Tulisan ini terutama saya dedikasikan untuk teman-teman admin website Desa,

Sering kali kita tidak membuat postingan berita maupun artikel bukan karena kita tidak bisa menulis tapi karena kita tidak punya modal yang cukup.

Nyatanya pelajaran menulis sudah kita dapatkan sejak kita bersekolah di SD. Dulu setelah libur sekolah biasanya kita akan disuruh untuk menceritakan tentang pengalaman liburan kita pun dalam pelajaran Bahasa Indonesia ada pelajaran mengarang. Jadi sebetulnya kita sudah terlatih untuk menulis sejak SD.

Tetapi mengapa website Desa banyak yang tidak terkelola dengan baik. diantaranya bahkan ada yang berisi satu postingan setelah mengikuti pelatihan dan satu tahun kemudian ada satu postingan lagi karena mengikuti pelatihan lagi. Untuk merubahnya teman-teman admin harus punya modal untuk menulis.

Berikut ini 2 modal utama yang harus dimiliki oleh seorang penulis :

1. TEKAD

Teman – teman harus punya tekad yang kuat untuk menulis. Karena tekad yang kuat akan mengalahkan rasa malas. Tekad yang kuat akan mengalahkan rasa malu karena merasa (isi) tulisanya jelek. Tekad akan mengalahkan rasa takut dicibir orang, takut tulisanya tidak ada yang membaca.

Tekad untuk merelakan waktu dan tenaga. Disaat yang lain sedang beristirahat atau mungkin sedang tidur kita rela untuk membuat tulisan. Ditengah tengah padatnya pekerjaan kita rela meluangkan waktu dan tenaga untuk menulis.

Itulah yang dinamakan TEKAD untuk menulis, semoga kita mampu memunculkan tekad dan konsisten untuk merealisasikan tulisan-tulisan kita.

2. NIAT yang Ikhlas

Ada yang menulis karena ingin dikenal, ingin dipandang hebat, ingin dihargai, ingin mendapatkan uang. Semua itu tidak dilarang namun itu hanya akan sementara waktu.

Saat ingin dikenal, dipandang hebat, ingin dihargai akan semangat menulis tapi ketika tidak ada orang yang menghargai tidak mendapatkan pujian maka akan berhenti menulis.

Ketika niat kita menulis karena uang maka kalau kita tidak mendapatkan uang, tidak menerima honor, kita akan berhenti menulis.

Berbeda kalau kita menulis dengan ikhlas. Kita menulis karena ingin menyampaikan ilmu, ingin berbagi pengalaman. Menulis untuk memberi motivasi dan inspirasi agar orang lain dapat mengambil pelajaran dan hikmah dibalik tulisan-tulisan kita. Niatkan untuk memberi manfaat kepada sesama.

Jadi Tekad dan Niat yang Ikhlas harus ada dalam diri teman-teman admin semua. Menulis dengan niat yang baik, InsyaAllah kita akan menikmati hasilnya. (*)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Ternyata Bisa Juga Lewati Ramadhan Tanpa Bukber Tanpa Ngabuburit

Hari ini Sabtu (23 /5) merupakan hari ke 30 atau hari terakhir puasa di Bulan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *