Home / Wisata / Lombok Pulau Seribu Masjid

Lombok Pulau Seribu Masjid

Lombok dalam bahasa Indonesia berarti cabe tetapi Pulau Lombok bukan berarti Pulau Cabe. Lombok berasal dari kata “Lombo” yang berarti lurus. Hal ini mengandung makna Pulau Lombok dari ujung ke ujung yaitu dari Padang Bai sampai ke Pulau Sumbawa merupakan satu garis lurus.

Keterangan foto : Masjid di lingkungan pantai Kuta Mandalika

Lombok yang merupakan bagian dari Pulau Nusa Tenggara Barat (NTB) ini juga memiliki julukan pulau seribu Masjid. Dengan Masjid terbesar Hubbul Wathon / Cinta Tanah Air berada di Islamic Center pusat kota Mataram yang merupakan ibu kota Provinsi NTB.

Keterangan foto : Masjid Hubbul Wathon saat malam hari.

Dijelaskan oleh Mualim, pemandu wisata di kepulauan Lombok yang sekaligus merupakan salah satu ta’mir Masjid Hubbul Wathon di NTB jumlah masjidnya sebanyak 5.998. Hal ini disebabkan karena mayoritas penduduk NTB beragama Islam. “Sudah 2 tahun ini, kami di Lombok tidak merayakan malam tahun baru Masehi baik dengan petasan maupun pertunjukan-pertunjukan menjelang pergantian tahun”, kata Mualim.

Keterangan foto : Tugu berbentuk Masjid di simpang 3 pintu masuk Lombok dari arah Pelabuhan Lembar

Hal lainnya menunjukkan Kota dengan mayoritas muslim yaitu Pemerintah Daerah menghimbau kepada warganya setiap malam Jum’at untuk memperbanyak ibadah hal ini salah satunya terlihat di area taman dan alun-alun yang apabila hari-hari biasa selalu ramai dipadati dengan aneka kuliner hingga jam 2 pagi, pada malam Jum’at akan terlihat lengang dan sepi tidak ada pedagangan makanan maupun masyarakat yang berlalu lalang di seputar alun-alun.

Keterangan foto : Di depan Masjid Hubbul Wathon

MasyaAllah… takjub dengan ketaatan sebagian besar warga masyarakat Lombok dalam beribadah, masjid nan megah dan indah bertebaran di mana-mana. Tidak hanya bangunan masjidnya saja yang banyak tetapi jamaahnyapun selalu banyak tidak hanya di saat bulan Ramadhan saja.

Hubungan sesama manusia / hablumminannas pun terjalin dengan indah. Banyak orang yang ingin selalu bersedekah. Seperti saat kami mampir makan di Senggigi, pemilik Restaurant datang dan menawarkan secara gratis kopi Lombok kepada yang datang.

Keterangan foto : secangkir kopi gratis dari pemilik Restaurant di Senggigi.

Tak ketinggalan tukang parkir dan para pedagang souvenir dan kaos oleh-oleh Lombok selalu mengucapkan “Alhamdulillah dan terima kasih” ketika ada pembeli yang membeli barang dagangannya.

Rasanya malu diri menyaksikan betapa besarnya rasa syukur mereka. Pun tak ketinggalan pemandu wisata yang selama 3 hari mendampingi kami saat berwisata di Lombok, Diapun ingin bersedekah dengan kami semua. Karena tau kami sangat suka plecing kangkung yang dihidangkan beberapa kali saat kami makan. Dia membawakan kami oleh-oleh kangkung sebanyak 88 ikat. Katanya untuk membuat plecing kangkung saat kami sudah sampai di rumah. (*)

Keterangan foto : Masjid di Gili Trawangan

Keterangan foto : Masjid di lingkungan Pelabuhan Lembar.

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Pantai Tanjung Aan Lombok

Sampai di parkiran pantai Tanjung Aan rombongan kami langsung diserbu anak-anak usia belasan laki-laki dan …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *