Home / Kuliner / Tumpeng “Tumuju ing Pengeran” simbol Ungkapan Rasa Syukur

Tumpeng “Tumuju ing Pengeran” simbol Ungkapan Rasa Syukur

Di Purbalingga dan di hampir seluruh  Kabupaten / Kota di Jawa Tengah,tumpeng merupakan hal lazim yang sering kita jumpai di sejumlah acara dan perayaan.

Pada awalnya tumpeng merupakan bagian dari  adat Jawa berupa menyajikan nasi putih yang dibentuk menyerupai gunung (kerucut).  Dihidangkan dengan 7 macam lauk pauk pendamping pada acara selamatan atau kenduri.

Sebagai lauk pendamping, salah satunya adalah Ingkung yaitu berupa ayam jago yang dimasak utuh dengan bumbu santan yang kental.  Lauk pauk yang berjumlah 7 (tujuh) dalam bahasa Jawa Pitu mengandung makna  pitulungan (pertolongan), “Memohon pertolongan kepada Sang Pencipta”.

Kata Tumpeng sendiri merupakan akronim atau singkatan bahasa Jawa “TUMuju ing PENGeran” (Ditujukan kepada Sang Pencipta sebagai ungkapan rasa Syukur).

Hal ini sama dengan makna simbol dari Tumpeng yang berbentuk kerucut menyerupai gunungan. Bentuknya yang menyerupai bentuk gunung dikandung maksud sebagai ungkapan rasa syukur kepada sang pencipta serta do’a dan harapan agar masa depan semakin sejahtera.

Seiring perkembangan jaman tumpeng tidak hanya digunakan pada acara selamatan atau kenduri.  Saat ini tumpeng sering dijadikan sebagai ajang perlombaan pada acara acara tertentu dengan maksud untuk melatih kreativitas ibu ibu dalam memasak, mengkombinasikan nasi dengan aneka macam lauk dan menghias tumpeng.   Kriteria penilaian lompa biasanya meliputi 3 hal  yaitu rasa dari masakan yang disajikan, keseimbangan gizi dan estetika / keindahan dalam menghias.

Lomba tumpeng sering kita jumpai dari tingkat Desa, Kecamatan sampai Tingkat Kabupaten pada acara Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia, Peringatan Hari Jadi Kabupaten.

Selain pergeseran Fungsi, bentuk tumpeng saat ini juga beraneka macam, tidak hanya bentuk kerucut Tetapi ada juga yang berbentuk   boneka Barbie, berbentuk mobil, berbentuk kerucut berundak bahkan ada juga berbentuk bola. Tergantung selera pembuat dan trend yang berkembang.

(Keterangan foto : Tumpeng Kreasi Ibu Sunarti Supono, pengusaha Catering asal Desa Penaruban Kecamatan Kaligondang.  Ibu Sunarti Supono beberapakali menjuarai perlombaan aneka olahan makanan di Tingkat Kabupaten.  Prestasi yang pernah diraih diantaranya Juara 1 kreasi olahan makanan ikan tingkat Kabupaten, Juara 1 lomba Tumpeng dalam rangka hari jadi Kabupaten Purbalingga ke 186)

About Baryati Kusnadi

Tertarik untuk membuat catatan disetiap perjalanan yang bisa digunakan sebagai pengingat diri sendiri. Dan semoga bisa memberi manfaat buat yang membaca. Buat obyek yang ditulis semoga bisa memberi dampak positif.

Check Also

Nasi Sambal Tumpang Kuliner Khas Boyolali

Penasaran dengan warung yang ada di beberapa ruas Jalan Raya Kota Boyolali yang bertuliskan Nasi …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *